Tarif BBM Naik…Tarif Jajan Naik???

 “Ma…Mana uang jajannya, aku mau berangkat sekolah nih..” Begitu pekik Asih kala klakson bis jemputan sekolahnya sudah bernyanyi di depan. “Ini mama beri Rp 5000 tapi tidak boleh dihabiskan semua ya”, tutur sang bunda. Dengan alis berkerut, Asih membantah “Yah mama, 1 burger aja harganya Rp 2000, terus masa Asih ga minum..Dan nanti pas pulang, pengen beli permen dan chiki Ma…”, rengek Asih yang duduk di bangku SD kelas 2 ini.

 Kita semua tahu bahwa anak merupakan permata hati dari buah cinta kasih orang tuanya. Kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga, membangkitkan kebahagiaan yang tiada tara. Namun tanpa sadar, demi membahagiakan anak, terkadang orang tua rela memberi apa saja yang mereka minta, termasuk memberikan uang jajan yang berlebihan. Akibatnya anak berperilaku konsumtif.
Bagi orangtua yang berekonomi menengah ke atas, tentu tidak masalah jika anaknya hobi jajan. Namun bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan tentu akan jadi masalah. Parahnya lagi kalau anak sudah berani minta uang untuk jajan kepada orang lain, bahkan sampai mengambil uang orang tuanya. Dan jika terus menerus dibiarkan, maka dikhawatirkan kebiasaan seperti ini akan terbawa bawa saat Ia beranjak remaja atau dewasa.
Karena itulah penting untuk diketahui orang tua, bahwa orang tua harus memberikan uang jajan yang disesuaikan dengan umur dan jenjang sekolah si anak. Meskipun Anda baru memiliki seorang anak, tak berarti semua keinginannya harus dipenuhi dengan memberikan uang jajan yang berlebihan, mengingat Anda hanya perlu memberikan uang jajan pada 1 anak saja.
Saat ini, mengikuti perkembangan jaman serta kenaikan BBM dan bahan pokok makanan, ternyata membawa perubahan pula pada tarif jajan anak-anak. Buktinya jika dulu pada masa saya, tarif jajan untuk SD hanya berkisar Rp 1000-Rp 3000, maka anak-anak SD sekarang, sebagian besar diberikan uang jajan dengan kisaran Rp 5000-Rp 10.000, bahkan lebih. Terlalu besarkah???
Hal tersebut memang mengundang kontroversi di beberapa kalangan. Bagi anak-anak yang bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN), terkadang harus rela menerima uang jajan di bawah kisaran itu. Tak sepenuhnya alasan yang mendasari ini hanya dipandang dari status ekonomi saja, karena tak jarang justru orang tua dengan ekonomi menengah keatas juga menginginkan agar anaknya masuk SDN dengan berbagai alasan. Mereka memberikan uang jajan dibawah rata-rata tadi karena tak ingin anaknya terbentuk menjadi pribadi yang konsumtif, sebab jajanan sehat yang ditawarkan di area sekolah SDN dengan sekolah swasta pun memliki kisaran harga yang jauh lebih murah.
Sistem pemberian uang jajan pun bisa leluasa Anda pilih. Mulai dari bulanan, mingguan hingga harian. Nah langkah yang paling tepat sebelum menentukan besarnya uang jajan yang akan diberikan pada anak, seyogyanya Anda melakukan survey terlebih dahulu, berapa kira-kira harga jajanan yang tersedia di sekolah si buah hati. Hal ini juga berguna agar Anda tahu jajan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi si kecil. Ingat jajanan itu bukan hanya makanan, tetapi juga bisa berupa asesoris-asesoris yang sedang tren saat ini.
Setelah itu jika si kecil harus menggunakan alat transportasi, maka perhitungkan pula berapa kira-kira ongkos yang diperlukan. Tetapi alangkah lebih amannya apabila buah hati Anda bersekolah di area yang dekat dengan rumah, sehingga Anda bisa lebih mudah memantau dan mengetahui siapa saja teman bermainnya.
Memberikan bekal makanan pada buah hati Anda juga menjadi satu opsi yang baik untuk mengurangi kebiasaannya akan jajan. Jika dia merasa kenyang, maka keinginan si kecil untuk jajan pun akan berkurang. Tapi Anda harus bisa mengemas bekalnya, sekreatif, seapik dan selezat mungkin. Sehingga ia lebih tertarik menyantap bekal dari Anda, ketimbang jajan.
Intinya adalah, bagaimana Anda mendidik si kecil agar ia tidak terbentuk menjadi pribadi yang konsumtif dan mampu menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Tanamkan padanya bahwa orang tua mencari uang dengan susah payah dan ia tidak boleh menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak penting. Selain itu penting pula bagi Anda untuk mengontrol jajanan apa yang dikonsumsinya. Dan ingatkan ia untuk tidak bersifat pamer jika uang jajannya lebih besar dibanding teman-temannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: