Melatih Anak Mandiri dalam Mengambil Keputusan

Saat anak mulai usia sekolah, ia akan lebih kritis dalam menentukan pilihannya. Bila biasanya Andalah yang berperan dalam menentukan segalanya untuk si kecil, maka kini ia mulai bawel ingin turut memberikan suaranya. “Aku pengen pake baju yang biru ma..” atau “Gita ga mau pake rok ma, pake celana panjang aja”. Jangan keburu kesal dulu jika si kecil mulai membantah usulan Anda. Karena sebetulnya gejala ini justru mulai menunjukkan fase perubahan si kecil menuju pribadi yang mampu mengambil keputusan.

Membentuk pribadi anak yang mampu mengambil keputusan sebetulnya susah-susah gampang. Lihat saja sebagian besar anak-anak, pasti menyerahkan kembali pengambilan keputusan pada orang tuanya. Seperti yang saya dengar dalam satu pembicaraan di mall antara ibu dan anak berikut ini. “Kakak mau sepatu yang warna apa? Mau sama seperti Ade atau beda?” Mmh…yang mana ya….mmh, menurut mama, bagusan yang mana Ma?, kata Fenna balik bertanya.
Inilah yang banyak terjadi ketika kita mengajak si buah hati pergi untuk berbelanja. Bukan hanya kebingungannya yang membahayakan, tetapi permintaannya yang berujung pada keinginan untuk mengambil semua barang yang dinilainya bagus, tanpa bisa memilih salah satunya. Yang ini bagus, yang itu juga bagus. Begitu pula, ketika anak kita ingin mengikuti kegiatan les yang waktunya bersamaan, tari balet atau belajar piano, kebingungan itupun muncul lagi. Di situlah, orangtua memiliki peran untuk mengarahkan. Mengajari mana yang penting dan mana yang kurang penting.
Bingung? Ya..itulah kebingungan sederhana yang dirasakan oleh anak-anak kita. Tapi sebagai orangtua kita wajib mendorong mereka untuk berani mengambil keputusan untuk masalah sederhana semacam di atas. Hal-hal yang sederhana itu, kelak akan mendorong keberaniannya untuk mengambil resiko keputusan, di masalah-masalah yang lebih pelik lagi di masa yang akan datang.
Kami yakin Anda tak ingin menghabiskan seluruh waktu hanya untuk memikul tanggung jawab untuk membuat keputusan yang memastikan hal-hal terbaik bagi kepentingannya kan? Nah, kini saatnya Anda mulai berbagi tanggung jawab dengan anak Anda. Jangan khawatir. Karena di usia ini, anak Anda sudah cukup besar untuk belajar mengambil keputusan sendiri. Tantangan terbesar justru ada pada Anda. Bagaimana cara terbaik untuk mulai memberikan kepercayaan itu? Bagaimana cara terbaik untuk menumbuhkan keberanian anak supaya mau membuat keputusan secara mandiri?
Berikut ini beberapa saran dari kami, semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda:
Start From Simple Thing
Mulailah mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan anak dalam mengambil keputusan, dengan mengizinkannya membuat pilihan sendiri pada hal-hal sederhana. Misalnya, biarkan ia memutuskan baju mana atau sepatu mana yang ingin dipakainya hari itu. Hal-hal kecil itu mungkin tidak terlalu penting bagi anak, tapi bisa memberikan pengalaman dini yang berharga dalam membuat keputusan. Semakin sering ia melakukannya, semakin baik untuk rasa percaya dirinya.
Kalau Pilih Ini Begini, Pilih itu Begitu
Beri dorongan penuh agar anak bisa berpikir dengan baik mengenai keputusan dan akibat dari keputusan yang diambilnya. Tak ada salahnya jika Anda bertanya, “Kenapa lebih memilih A ketimbang B?” Biarkan ia menjelaskan alasannya. Lakukan hal ini dengan terbuka dan bersahabat. Kalau tidak, anak akan menganggap Anda mengkritik keputusannya. Melibatkan anak dalam memilih yang terbaik untuk diri sendiri, juga akan menyemangatinya untuk selalu mengevaluasi pilihan dengan hati-hati. Dan ini bisa menjadi proses yang akan membantu anak mengambil keputusan terbaik di masa mendatang.
Hormati Keputusannya
Anda sedang mengajarkan anak mengambil keputusan sendiri. Agar tidak terjadi gap yang sangat jauh antara pilihannya dan harapan Anda, buatlah semacam batasan. Misalnya, “Mama sih, sebenarnya lebih senang kamu pakai sepatu yang baru. Karena sepatu yang lama sepertinya sudah mulai kesempitan….” Namun karena Anda sudah berkomitmen mengajarkan anak mandiri dalam mengambil keputusan, terimalah jika keputusan anak berbeda dari yang Anda harapkan. Bersikaplah konsisten dan berusahalah untuk tidak menampakkan ketidaksetujuan Anda.
Bagaimana Menurut Pendapatmu ‘Nak?
Bagaimana jika Anda sesekali meminta pendapat si kecil untuk memutuskan sesuatu. Meski terdengar janggal, tapi cobalah minta saran dari buah hati Anda yang masih kecil ini. Umpanya ketika Anda akan menentukan baju mana yang akan Anda pakai. Bisa jadi Anda akan menentukan pilihan sesuai dengan saran anak Anda, tapi bisa juga tidak, karena mungkin sarannya sangat jauh dari harapan Anda. Dengan meminta pendapat dia untuk sebuah pilihan, Anda sudah mengasah cara berpikirnya untuk membuat keputusan, sekalipun tidak untuk dirinya sendiri.
Nah, mulai sekarang, asahlah kemampuan si kecil untuk membuat keputusan. Mulailah dari cara yang paling sederhana. Diharapkan, buah hati Anda lama-lama akan pandai menentukan pilihannya sendiri, dan berani bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang dibuatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: