Kindy School

We Have a Lot’s of Huggs for The Children

Ketika tim AdInfo datang untuk mewawancarai Santi selaku pemilik Kindy School, ia beserta guru-guru yang lain rupanya sedang bercengkerama dengan murid-murid TK lain yang sedang menunggu untuk dijemput. Dengan raut wajah bahagia sambil memeluk seorang anak yang bergelayut manja padanya, Santi berujar “We have a lot’s of huggs for the children. Cause we love them. Dan inilah yang paling membuat kita beda dari sekolah lainnya.Karena guru-guru di Kindy School selalu berupaya agar anak-anak akrab dengan kita. Kami tidak segan-segan memeluk mereka layaknya anak kita sendiri. Sehingga mereka akan merasa lebih nyaman dalam proses pembelajaran”, ungkap Santi. Kurikulum yang diterapkan di sekolah yang berada di ruko Little China, Legenda Wisata ini memang diadaptasi dari kurikulum International. Sebab itulah bahasa pengantar yang digunakan dalam proses pembelajaran maupun dalam keseharian anak-anak di Kindy School adalah bahasa Inggris. “Kita mengadaptasi kurikulum International dari beberapa negara. Misalnya untuk kurikulum pelajaran bahasa Inggris kita standar dari UK (United Kingdom), yang dikenal dengan MI (multiple intelligence) Kids. Sedangkan kita mengambil kurikulum Singapura untuk diterapkan dalam mata pelajaran matematika dan science”, demikian tutur Santi. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang aktif dan tidak membosankan, Shanti menghadirkan fasilitas multimedia berupa TV, Video player maupun komputer. Namun fasilitas standar lainnya seperti mini library, manual text book, playground dan ruang kelas yang full AC tampak turut pula melengkapi ruangan Kindy School. “Agar anak-anak tidak merasa bosan kita selalu memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya setiap seminggu sekali pada hari Jumat, kita akan nonton film yang sarat dengan ilmu yang bisa dipetik oleh anak-anak yang kadang juga disela dengan kegiatan art & craft maupun kegiatan cooking lesson yang kita adakan setiap 2 minggu sekali. Selain itu kita juga kerap mengadakan percobaan-percobaan sederhana berkaitan dengan mata pelajaran science. Seperti menanam kacang hijau dalam gelas, dan banyak kegiatan lainnya”, ungkap Santi lagi. Dalam penjelasannya, Santi juga sempat mengutarakan bahwa sebelum memulai pelajaran yang formil, anak-anak akan diajak untuk berkumpul bersama dengan para guru untuk circle time. Setelahnya anak akan menempuh pelajaran formil di dalam kelas, dengan perbandingan 1 guru untuk 7 orang anak. Setelah break time, anak didik juga diajarkan untuk menyikat gigi mereka setelah makan. Ditinjau dari segi biaya, Shanti mematok biaya yang relatif terjangkau. Yakni berkisar Rp 2,5 juta untuk uang pangkal, Rp 500 ribu untuk iuran tahunan dan Rp 500 ribu untuk SPP TK A & B, Rp 400 ribu untuk SPP Pre KG, dan Rp 300 ribu untuk PG (play group). Selain kegiatan di dalam kelas, Kindy School juga rutin mengadakan field trip dan berenang. Namun semua kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan tema yang sedang diangkat pada masa yang bersangkutan. “Di Kindy School kita mengajarkan agar anak PD menggunakan bahasa Inggris dalam bahasa keseharian mereka. Karena kita mengajarkan bahasa Inggris dalam basic-basic yang sangat mendasar, misalnya dengan warna atau dengan angka. Di samping fasih menggunakan bahasa Inggris, kita juga ingin agar anak didik kita terbangun menjadi pribadi yang disiplin dan mampu bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Dalam waktu 3 bulan, orang tua akan melihat perkembangan putra putrinya setelah belajar di Kindy School, dan sejauh ini, rata-rata orang tua merasa puas atas pencapaian putra putri mereka.”, tandas Santi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: