Saat Buah Hati Anda Menjauh

#fullpost {display:none;}
Suatu saat Anda menemukan sikap buah hati Anda berbeda dari biasanya. Sifat manjanya tiba-tiba hilang dan mulai jarang berada di rumah. Berkumpul bersama teman-temannya pun menjadi “menu” hariannya.Nah, itu tandanya buah hati Anda bukan bayi lagi. Ia kini sudah beranjak remaja, tentunya kebutuhannya sudah berbeda dengan bayi atau anak balita.

Anda kaget, karena mungkin selama ini merasa nyaman dengan kemanjaan si kecil yang ‘lengket terus’ dengan Sang Mama. Sebenarnya, itu adalah suatu hal yang wajar dan alamiah bila seorang anak remaja berusaha melepaskan diri dari ketergantungannya kepada orangtua. Itu berarti ia sedang mencari jati dirinya, menjadi mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Hal tersebut merupakan kebutuhan psikologis dan menjadi salah satu tugas perkembangan remaja, dimana ia harus belajar merencanakan, memilih alternatif, mengambil keputusan, bertindak sesuai dengan keputusannya sendiri serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Keberhasilan mencapai kemandirian akan menjadikan remaja lebih percaya diri dan merasa kompeten dalam menjalani hidupnya. Dengan sendirinya, ia pun akan termotivasi untuk maju dan memiliki keberanian untuk bersaing, serta memiliki kesadaran dari dalam dirinya sendiri untuk berhasil menyelesaikan sekolah demi masa depannya.Kemandirian menurut Robert Havighurst (1972), seorang ahli psikologi perkembangan, memiliki 4 aspek, yaitu: emosi (kemampuan mengontrol emosi dan menjadi tidak tergantung kepada orang tua), ekonomi (kemampuan mengatur dan tidak tergantung kepada orang tua dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi), intelektual (kemampuan mengatasi masalah tanpa bantuan orang tua) dan sosial (kemampuan berinteraksi dengan orang lain secara aktif, tidak tergantung atau bersikap pasif menunggu orang lain memulai). Keempatnya perlu dicapai oleh remaja dalam pengembangan kemandiriannya.Jadi, jika saat ini buah hati Anda sepertinya lebih mementingkan teman-temannya ketimbang orang tuanya, itu juga hal yang wajar. Di usia remaja, kelompok teman sebaya memang menjadi lingkungan yang paling penting dan menjadi acuan dalam pencarian identitas dirinya. Melalui sosialisasi dan kegiatan bersama teman sebaya, remaja mengembangkan kemandiriannya. Dengan mempelajari pola perilaku yang diterima di dalam kelompoknya, remaja mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya sehingga tercipta rasa aman. Itu sebabnya, sedikit demi sedikit remaja biasanya akan melepaskan diri dari ikatan psikis dengan orangtuanya dan menjadi lebih dekat ke teman-temannya.Sebagai orangtua, Anda hanya perlu memberikan dukungan dan dorongan bagi si buah hati. Ia membutuhkan proses dimana ia memiliki kesempatan mengalami perubahan-perubahan dari keadaan sebelumnya. Jadi, berikan kepercayaan dan kesempatan kepadanya agar ia dapat mengembangkan inisiatif, menggali dan mengaktualisasikan kemampuan atau bakat-bakatnya, belajar mengatasi hambatan dan masalah-masalahnya sendiri, serta mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Tentunya, Anda tetap perlu mengimbangi kebebasan yang diberikan dengan pengawasan yang tepat. Jadi, berikan batasan dan ingatkan dia tentang norma-norma dan aturan misalnya, jangan pergi berdua saja dengan teman lawan jenis, jangan pulang terlalu malam, harus berpakaian yang sopan, dan lain-lain. Namun, tetaplah bersikap terbuka dalam mendengarkan argumentasinya.Jangan lupa untuk selalu menciptakan dan memelihara komunikasi dua arah agar orangtua dapat mengetahui pandangan-pandangan, perasaan dan pemikiran anak, dan sebaliknya anak juga dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh orangtuanya.



[+/-] Selengkapnya…



[+/-] Ringkasan saja…

checkFull(“post-” + “links”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: