IBSC TV PRESENTER

#fullpost {display:none;}
Ketika Para Publik Figur Membagi Ilmunya di kelas IBSC TV Presenter Mengikuti kelas TV Presenter di IBSC Kota Wisata, memang bukan hanya memberikan ilmu baru bagi para muridnya. Berbagi cerita bersama seorang publik figur yang biasanya hanya mereka lihat di televisi, tentu menjadi pengalaman tak terlupakan, dalam perjalanan hidup murid-murid IBSC untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang presenter TV.

Begitu pula yang dirasakan oleh teman-teman yang mengikuti salah satu kelas yang dibuka IBSC Kota Wisata. Setelah Alvito dan Fido Syarief, materi pelajaran How to Deliver Your Show yang disampaikan oleh Ata terasa begitu mengena dan menghibur di saat yang bersamaan. Presenter yang namanya melejit lewat program TV Indonesian Idol ini, ternyata tak hanya pandai membawakan acaranya di layar kaca, tetapi juga mampu mentransfer ilmunya, tanpa membuat sang murid merasa sedang belajar.
You Can be Better Than Your Idol”
If You want to be a successfull TV Presenter, You have to be Yourself”, itulah kalimat yang mengalir lancar berulang-ulang dari mulut mungil Ata. Dalam memberikan materinya, Ata memang tak pernah berhenti mengingatkan para muridnya, untuk berani menjadi dirinya sendiri di depan orang lain. “If you wanna be Indy Barends, ya nggak akan bisa, cause basicly your not her. But maybe you can be better than her”, ungkapnya.
Bahasa gaul bercampur bahasa Internasional yang digunakan Ata untuk mengajar di kelas, memang membuat para muridnya makin merasa nyaman menerima materi yang diajarkannya. Ata juga menyebutkan, bahwa ketika kita akan membawakan sebuah acara, yang tak lain berarti menjadi seorang presenter dari acara tersebut, kita harus mempelajari yang disebut intonasi, bahasa tubuh dan tentunya publik speaking. “Ketika kita membawakan acara untuk ditonton jutaan orang, kita harus bisa meyakinkan orang. Dalam arti sederhana, kita harus bisa membuat orang tersebut menonton acara kita sampai selesai tanpa merasa bosan dan merasa yakin, informasi yang kita berikan pada mereka adalah benar. Dan untuk berhasil mencapai misi itu, seorang presenter yang baik, harus mempelajari intonasi dalam berbicara, bahasa tubuh yang tepat dalam menyampaikan berita, yang kini kita kenal dengan kemampuan publik speaking”, tutur Ata.
Di sela-sela penyampaian materi, tak jarang Ata berbagi cerita tentang perjalanan panjangnya sampai berada di posisinya yang sekarang. “Untuk meraih sukses itu memang tidak mudah. Pasti melalui perjalanan yang berliku, terjal dan menyakitkan. Tapi yang penting if you put your heart in to it, than you can do anything”, tegasnya.
Ternyata Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar itu Susah Ya…
Siapa sangka, bahasa yang mendapat predikat bahasa Ibu ini, sesungguhnya menjadi mata pelajaran yang lebih susah ketimbang bahasa Inggris. Setidaknya inilah yang dirasakan teman-teman kita ketika sedang melakukan simulasi talk show bersama Shanaz Haque.
Peserta kelas IBSC TV Presenter ini memang sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan belajar dari seorang publik figur yang namanya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Istri dari Gilang Ramadhan dan ibu dari 3 putri ini memang sangat concern tentang kemampuan generasi muda Indonesia dalam mengolah bahasa yang dinilainya kerap kali tidak tepat. “Komunikasi itu memegang peranan penting dalam semua aspek kehidupan manusia. Kita mengetahui seseorang itu darimana kelasnya dan bagaimana menilai seseorang itu kan dari bagaimana dia memformulasikan kalimatnya. Dan saya sangat ingin melihat para generasi muda mempunyai kemampuan untuk bisa mengolah bahasa lebih tepat. Itu sebabnya saya mau bergabung dengan IBSC sebagai tim pengajar untuk materi Public Speaking”, ungkap Shanaz.
Ketika AdInfo mendapatkan kesempatan untuk berbincang sejenak dengan Shanaz yang kala itu hadir bersama putri kecilnya, berkomentar tentang peran sekolah semacam IBSC dalam mencetak insan-insan baru di dunia TV Presenter. “Semua sekolah memiliki kelebihannya masing-masing. Dan mereka pun tidak ada yang menjamin, bahwa setelah siswanya selesai menempuh pendidikan bisa langsung masuk TV dan sukses jadi bintang. Semuanya kembali lagi kepada setiap indvidu siswanya. Bagaimana dia mengolah ilmu yang sudah diperolehnya untuk diterapkan dalam kehidupan. Dan tidak hanya ketika mereka terjun ke dunia TV Presenter, tetapi dalam setiap aspek kehidupannya. Bagaimana dia mampu menempatkan bahasa atau kalimat sesuai situasi dan kondisi, serta mampu memperagakan gestur/body language yang tepat untuk penempatan kalimat yang akan dia sampaikan”, tegasnya.
Dalam simulasi talk show yang Shanaz adakan di kelas IBSC Kota Wisata, jelas tampak bahwa wanita berparas cantik dan bersahaja ini sangat menguasai teknik berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan ketika peserta kelas acapkali membuat kesalahan dalam memilih kalimat yang tepat, Shanaz berujar sembari tertawa kecil “Ternyata susah ya berbahasa Indonesia yang baik dan benar”.
Tapi yang pasti, hari itu, siswa IBSC mendapatkan satu lagi ilmu berharga dari seorang praktisi dan publik figur, yang tentu tak ternilai harganya.



[+/-] Selengkapnya…



[+/-] Ringkasan saja…

checkFull(“post-” + “links”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: