Belanja = Untung???

Ketika uang sudah ditangan seringkali kita lupa untuk berhemat. Apalagi jika sudah mengunjungi pusat perbelanjaan bersama keluarga, wah segala gemerlap barang baru termasuk home appliance dan houseware, sering menyilaukan mata. Sebenarnya membeli home appliance baru tentu saja tidak dilarang, tetapi yang perlu dicermati adalah bagaimana membatasi belanja dan memilih barang yang tepat sehingga bisa tetap menguntungkan meski bila nanti kita perlu menjualnya kembali.

1. Rajinlah berbelanja barang yang nilainya terus Naik
Belanjakanlah uang Anda pada barang-barang yang nilainya bertambah. Kebanyakan orang berbelanja pada barang-barang yang nilainya habis begitu digunakan seperti, makanan, pakaian, atau nilainya menurun seperti barang elektronik dan barang-barang konsumsi lainnya. Selama anda sudah bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka berbelanja adalah hal yang wajar dilakukan dan bukan sekedar lapar mata saja. Maka akan lebih baik jika dari pendapatan yang Anda terima, sisihkan untuk belanja sekaligus investasi.

2. Little stuff means a lot
Minimalisirlah pengeluaran yang ‘kecil-kecil menjadi bukit’. Pengeluaran seperti membeli rokok, camilan, asesoris dan ‘little stuf’ lainnya, memang terkadang seringkali menipu. Karena kebiasaan kita kerap menganggap membeli barang-barang tersebut tidak akan banyak mengurangi simpanan kita. Bahayanya adalah karena menjadi kebiasaan sehari-hari maka kita lupa bahwa jumlah yang kecil tadi jika kita kalkulasi dalam setahun jumlahnya jadi besar juga. Tentunya jumlahnya akan jadi lebih berlipat ganda jika diinvestasikan.

3. Jaga total cicilan hutang dibawah 30% dari gaji
Kebiasaan orang pada umumnya adalah menggunakan hampir 90% dari penghasilannya perbulan untuk membiayai kebutuhan belanja rumah tangga. Apa yang terjadi jika Anda mempunyai cicilan hutang rumah, mobil atau kartu kredit yang menghabiskan 50% dari penghasilan? Kemana Anda harus memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga. Kemungkinan besar Anda akan menerapkan salah satu peribahasa yang sudah akrab di telinga kita, yakni ‘gali lubang tutup lubang’ di kehidupan Anda. Karena itu jika Anda ingin mencicil kebutuhan sekunder ataupun tersier, jagalah agar total cicilan hutang per bulan, tidak berjumlah lebih dari 30% dari penghasilan anda, sehingga sisanya sebesar 70% bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

4. Kartu kredit bukan uang lebih
Kartu kredit seringkali membuat kita merasa lebih kaya daripada yang sebenarnya. Limit kartu kredit membuat kita serasa mempunyai uang tunai lebih. Padahal limit kartu kredit yang diberikan tidak gratis. Begitu kita pakai maka kita harus mengembalikannya, dan jika Anda tidak sanggup membayar lunas maka Anda akan dikenakan bunga. Karena itu untuk belanja sehari-hari bayarlah dengan uang tunai atau dari kartu ATM atau kartu debit Anda. Simpanlah kartu kredit Anda untuk keadaan darurat, sebagai sumber dana cepat kala keadaan gawat namun uang tunai tidak tersedia.

5. Miliki dana cadangan
Kadang-kadang walaupun orang sudah mempunyai anggaran belanja, tetap saja kebobolan. Hal ini biasanya karena ada pengeluaran tidak rutin atau tak terduga yang tidak terdapat dalam anggaran. Misalnya ada saudara pinjam uang, memberikan hadiah ulang tahun, sumbangan pernikahan, dan lain-lain. Biasanya untuk membayar pengeluran tak terduga ini kita terpaksa mengambil simpanan dari tabungan atau deposito atau memakai kartu kredit. Jika hal ini terjadi terus menerus akibatnya tujuan investasi Anda bisa tidak tercapai karena dananya selalu terpakai. Karena itu bentuklah dana cadangan minimal sebesar 2 atau 3 kali pengeluaran keluarga Anda per bulan untuk membayar pengeluaran mendadak yang tidak rutin ini. Jika penghasilan Anda tidak rutin atau belum stabil maka bentuklah dana cadangan lebih besar lagi. Sebelum Anda berinvestasi untuk tujuan keuangan apapun, pastikanlah Anda sudah membentuk dana cadangan ini terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: