ASCO Body Repair

Pendatang Baru yang Terpercaya

Meski baru beroperasi sejak tahun 2005 lalu, nama ASCO Body Repair ternyata sudah cukup menggaung di masyarakat Cibubur dan sekitarnya. Namun ternyata kiprah ASCO Body Repair sudah mulai mewarnai kancah otomotif sejak tahun 1986 lalu, ketika Sdr. Bobby membuka usaha pertamanya di Rawamangun.

ASCO Body Repair, berada di jalan Alternatif Cibubur, tepatnya sebelum perumahan Kota Wisata, beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00-17.00. Didukung oleh karyawan-karyawan profesional yang telah berpengalaman di bidangnya, ASCO Body Repair membantu untuk mengembalikan keadaan mobil Anda yang tergores, terbaret atau bahkan dengan kerusakan sampai 50% sehabis tabrakan.
“Kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa asuransi ternama, seperti Sinar Mas, Sonwelis, M.A.G, Himalaya dan sejumlah nama asuransi lainnya. Tetapi jika pelanggan yang datang pun tergabung dengan perusahaan asuransi yang lain, kita tetap bisa melayani mereka. Gunanya tak lain untuk memudahkan mereka yang menggunakan jasa asuransi. Karena sekarang kan makin banyak orang yang mengasuransikan mobil mereka”, tutur Albert selaku Kepala Bengkel.
Karyawan ASCO Body Repair terdiri dari 20 orang yang memiliki masing-masing bidang keahlian. Ada yang dikhususkan untuk mengetok, mendempul, mengecat dan memoles. Untuk tetap mengupdate kemampuan karyawannya, ASCO Body Repair juga rutin mengirimkan karyawannya untuk ditraining di Sikkens (merk cat dan firnish yang digunakan di ASCO Body Repair) secara berkala, sesuai dengan bidang yang digelutinya.
Menurut Albert, mobil yang kerusakannya mencapai tingkat 50%, pelanggan harus rela berpisah dengan mobil kesayangannya selama 1 bulan. Namun bila kerusakan yang diderita hanya sebatas bemper atau baret, paling hanya beberapa hari saja. Dan harga yang dipatok pun rasanya cukup terjangkau, apalagi mengingat hasil kerja yang ditawarkan oleh ASCO Body Repair. Yakni sekitar Rp 500 ribu-Rp 600 ribu per panel (misalnya satu pintu, satu bemper) tergantung kondisi kerusakan dari mobil tersebut.
Dipaparkan oleh Albert, ketika pelanggan datang untuk menitipkan mobilnya, langkah pertama yang akan diambil adalah mengetok bagian mobil yang penyok, sehingga terbentuk kembali. Setelah diketok, mobil akan langsung didempul, lantas setelah itu akan dicat dalam ruang khusus yang lebih dikenal dengan dioven. Tujuannya tak lain, agar ketika dicat, mobil bebas dari debu dan dapat kering dengan sempurna.
Dalam sebulannya, ASCO Body Repair mendapat kunjungan minimum dari 75 pelanggannya, dimana 60% adalah pengguna jasa asuransi, dan 40% sisanya adalah non asuransi. Tetapi pelanggan ASCO Body Repair bukan cuma mereka yang mobilnya mengalami kecelakaan saja, mereka yang tertarik untuk mengubah warna cat mobil, ternyata juga memilih ASCO Body Repair sebagai solusinya.
Namun begitu, menurut Sdr. Bobby, usaha seperti ini baru bisa memperoleh BEP (Break Event Point) setelah 3 tahun berjalan. “Yah kan pihak asuransi juga tidak langsung membayar kita kan. Ada prosesnya. Dan kalau belum 3 tahun, rasanya usaha seperti ini memang proyek rugi dulu”, tandas Sdr. Bobby.



[+/-] Selengkapnya…



[+/-] Ringkasan saja…

checkFull(“post-” + “2956433885997410487”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: