Susu Sapi Murni

#fullpost {display:none;}Lebih Tepat, Sehat dan Hemat

Tak bisa dipungkiri, setelah air susu ibu (ASI), maka susu murni adalah yang terbaik bagi balita/anak Anda. Sebab, susu murni memiliki komposisi ideal yang mirip dengan ASI. Kalangan kesehatan/dokter saat ini banyak menganjurkan agar susu murni dikonsumsi, terutama untuk anak-anak yang berusia di atas satu tahun. Ini karena susu murni memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak yang baik, vitamin-vitamin (A, B1, B2, C, D, E, K) dan mineral yang bersifat anti oksidan.

Di banyak negara, susu murni lebih banyak dikonsumsi ketimbang jenis susu lain (berdasar survey yang dilakukan Canadean Survey tahun 2004). Setelah melewati ulang tahunnya yang pertama, anak-anak di negara maju, sudah diperbolehkan meminum susu murni untuk memenuhi kebutuhannya atas kalsium, lemak, dan protein.
Dokter anak di Amerika menganjurkan minum susu murni, yang cair, yang langsung datang dari sapi (yang telah dipasteurisasi). Mereka menyebutnya ‘whole milk’ karena susunya masih memiliki kadar lemak yang lengkap. Namun, untuk anak di atas dua tahun dianjurkan memakai susu yang sudah dikurangi kadar lemaknya, itu karena anak Amerika memiliki pola makan yang berlebih lemak sehingga asupan lemaknya harus dibatasi.
Para orangtua di negara maju, tak akan memberikan susu kaleng kepada anak usia satu tahun ke atas. Sebab, susu kaleng yang sudah melalui berbagai macam proses dan tambahan aneka zat dianggap bukan asupan yang baik dan tak menyehatkan bagi anak. Para orangtua di negara maju lebih senang memberikan makanan padat pada anak-anak mereka disertai susu murni.
Susu sapi murni berasal dari sapi perah yang sangat efisien dalam mengubah makanan ternak berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sapi perah menghasilkan susu dengan keseimbangan nutrisi sempurna yang tidak dapat digantikan bahan makanan lain.
Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, dijelaskan definisi susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susu murni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain.
Secara biologis, susu merupakan sekresi fisiologis kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological protection) bagi bayi mamalia. Prof. Douglas Goff, seorang dairy scientist dari University of Guelph, Kanada, menyatakan komposisi susu terdiri atas air (water), lemak susu (milk fat), dan bahan kering tanpa lemak (solids nonfat). Kemudian, bahan kering tanpa lemak terbagi lagi menjadi protein, laktosa, mineral, asam (sitrat, format, asetat, laktat, oksalat), enzim (peroksidase, katalase, pospatase, lipase), gas (oksigen, nitrogen), dan vitamin (vit. A, vit. C, vit. D, tiamin, riboflavin). Persentase atau jumlah dari masing-masing komponen tersebut sangat bervariasi karena dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor bangsa (breed) dari sapi.

Lemak Susu

Susu merupakan bahan pangan yang memiliki komponen spesifik seperti lemak susu, kasein (protein susu), dan laktosa (karbohidrat susu). Persentase lemak susu bervariasi antara 2,4% – 5,5%. Lemak susu terdiri atas trigliserida yang tersusun dari satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak (fatty acid) melalui ikatan-ikatan ester (ester bonds). Asam lemak susu berasal dari aktivitas mikrobiologi dalam rumen (lambung ruminansia) atau dari sintesis dalam sel sekretori.
Lemak susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang sanggup mencegah kanker (anticancer potential), termasuk asam linoleat konjugasi (conjugated linoleic acid), sphingomyelin, asam butirat, lipid eter (ether lipids), b-karoten, vitamin A, dan vitamin D. Meskipun susu mengandung asam lemak jenuh (saturated fatty acids) dan trans fatty acids yang dihubungkan dengan atherosklerosis dan penyakit jantung, namun susu juga mengandung asam oleat (oleic acid) yang memiliki korelasi negatif dengan penyakit tersebut. Lemak susu mengandung asam lemak esensial, asam linoleat (linoleic acid) dan linolenat (linolenic acid) yang memiliki bermacam-macam fungsi dalam metabolisme dan mengontrol berbagai proses fisiologis dan biokimia pada manusia (D. Mc Donagh dkk., 1999).

Protein Susu

Protein dalam susu mencapai 3,25%. Kasein merupakan komponen protein yang terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. Kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Tak heran jika susu menjadi bahan makanan penting, karena mengandung kasein yang merupakan protein berkualitas juga mudah dicerna (digestible) saluran pencernaan. Kasein asam (acid casein) sangat ideal digunakan untuk kepentingan medis, nutrisi, dan produk-produk farmasi.

Karbohidrat Susu

Karbohirat merupakan zat organik yang terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Laktosa adalah karbohidrat utama susu dengan proporsi 4,6% dari total susu. Laktosa tergolong dalam disakarida yang disusun dua monosakarida, yaitu glukosa dan galaktosa. Rasa manis laktosa hanya seperenam kali rasa manis sukrosa.
Laktosa dapat mempengaruhi tekanan osmosa susu, titik beku, dan titik didih. Keberadaan laktosa dalam susu merupakan salah satu keunikan dari susu itu sendiri, karena laktosa tidak terdapat di alam kecuali sebagai produk dari kelenjar susu. Laktosa merupakan zat makanan yang menyediakan energi bagi tubuh. Namun, laktosa ini harus dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim bernama laktase agar dapat diserap usus.

Nah, mengapa harus membeli susu bubuk kaleng dengan zat tambahan ini dan itu… kalau susu murni saja sudah mencukupi!

[+/-] Selengkapnya…


[+/-] Ringkasan saja…

checkFull(“post-” + “links12”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: