AN-NAHL Islamic Children Edu Center

Membentuk Karakter Anak yang Islami dengan Metode Pembelajaran Modern

Didasari oleh keinginan untuk membangun sekolah bernuansa Islam dengan metode belajar yang modern namun dengan biaya yang terjangkau, Dina pun mendirikan AN-NAHL Islamic Children Edu Center yang untuk sementara ini berlokasi di senkom Amerika, perumahan Kota Wisata. Lokasi senkom Amerika yang berjauhan dengan jalan raya boulevard Kota Wisata, dinilai Dina sebagai lokasi yang cukup aman bagi para anak didik, sekalipun mereka sedang bermain kala bel istirahat berbunyi.Didukung oleh tim konsultan pendidikan yang telah pengalaman membidangi sekolah-sekolah Islam unggulan, AN-NAHL yang kini berubah menjadi AN-NAHL Islamic School (AIS) juga mengadaptasi metode belajar dari Montessori School dan sistem sentra belajar. “Kami melihat di Kota Wisata belum ada sekolah bernuansa Islam yang memberikan sistem pendidikan yang modern tetapi dengan harga yang terjangkau. Karena itulah kami mendirikan AN-NAHL Islamic Children Edu Center, yang mengutamakan pembentukan karakter fathonah, amanah, shidiq, tabligh (FAST), santun dalam bertindak, bisa berbagi dan membiasakan mereka untuk mengawali dan mengakhiri sesuatu dengan doa. Selain itu, tim guru AN-NAHL juga melatih para anak didik agar mereka menjadi insan yang kritis dan mampu menyampaikan argumennya”, tutur Dina selaku pengurus AN-NAHL Islamic Children Edu Center. AN-NAHL Islamic School membagi kelasnya dalam beberapa kategori, yang diberi nama dengan bagian-bagian bunga. Yakni kelas playgroup kecil yang diberi nama kelas putik untuk anak usia 1,5-2 tahun, playgroup besar yang diberi nama kelas bunga untuk anak usia 2,5-3,5 tahun, TK A yang diberi nama kelas nektar untuk anak usia 3,5-5 tahun dan TK B untuk anak usia 5-6 tahun yang diberi nama kelas madu. Hingga saat ini tiap kelas di AN-NAHL Islamic School diisi oleh maksimum 20 anak. “Untuk jumlah anak di tiap kelas, kami cukup fleksibel. Karena kami mengimplementasikan rasio guru dan anak, dimana 1 guru ditempatkan untuk mencover 3-5 anak didik untuk tingkat playgroup dan 1 guru untuk 6-8 anak di tingkat TK. Dengan begini maka proses pembelajaran anak bisa lebih terfokus dan tetap dalam pengawasan guru. AN-NAHL Islamic School yang didukung oleh tenaga-tenaga guru berpengalaman ini menerapkan cara membaca dengan menggunakan metode fonik sedangkan cara berhitung dengan metode montessori. “Metode fonik mempersiapkan anak untuk mempelajari 5 bahasa. Mulai dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Jerman dan Latin. Metode ini memang cukup berbeda dari metode lainnya, dimana biasanya anak harus mengeja setiap huruf, sedangkan dengan metode fonik ini anak cukup memahami bunyi asli dari setiap huruf, jadi langsung mengeja perkata. Dan metode ini terbukti handal dalam melatih anak untuk membaca. Untuk tahun ajaran ini kami membuka kindergarten bilingual yang memakai bahasa pengantar bahasa Inggris dengan tenaga pengajar yang profesional”, ungkap Dina lagi. Hal lain yang juga menjadikan AN-NAHL Islamic School ini berbeda dari lembaga pendidikan sejenisnya, adalah bahwa AN-NAHL Islamic School menggunakan sistem sentra dalam proses pembelajarannya. Terdapat 12 sentra dalam gedung sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2006 silam ini. Yaitu sentra persiapan membaca dan menulis, sentra berhitung, sentra seni dan kreatifitas, sentra komputer, sentra motorik halus, sentra motorik kasar, sentra science dan bahan alam, sentra air dan pasir, sentra ibadah, sentra bermain peran, sentra bahasa serta sentra balok/pembangunan. “Dalam sehari, anak didik kami akan belajar di 4-5 sentra. Dan ini kami lakukan untuk menghindari kebosanan anak dalam proses pembelajaran. Jadi anak itu tidak belajar di satu sudut saja, karena kita menerapkan moving class. Selain itu dengan sistem sentra ini, anak juga diajarkan untuk berbagi dengan teman-temannya, karena belajarnya kan bergantian dengan teman-temannya”, tambah Dina. Merespon permintaan orang tua murid, tahun ajaran 2008/2009 ini, AN-NAHL Islamic School akan membuka kelas Elementary (SD). “Kami memiliki kurikulum yang akan melatih kemandirian untuk mencetak entrepreneur muslim yang unggul di masa depan”, tandas Dina.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: